man, you stumble on tomorrow, and trip over today?
-would you be happier, The Corrs-
Kalimat yg tepat, slesaikan dl masalah (tantangan?) hari ini baru mikir mau apa besok. Deal with today.
Haha..sulit amat ini nulisnya. saya bnr2 bkl melanggar pantangan yg saya buat sndiri klo menulis ini. Tp masalah (tantangan)-nya,ini terlalu penting utk dikenang. Dan klo ditulis dikertas biasa psti bkl ketlisut. buku besar aj bisa ketlisut..ok.tarik napas.
waktu: smstr paling sial dalam hidup saya
Ringkasan cerita:
g lulus.
diantara smua pljrn yg pernah kuambil.ini yg pertama.dn yg terberat.g bs ambil skripsi. thinking about all the thing i've done before. it's seems all useless (keminggris bgt..buset dah..iy klo bnr grammarnya..-___-)
anggap saya celipir (meminjam istilah adek saya,artinya: remeh). mslh gtu aj..yah..yg jd ganjel adalah, bahwa saya sdh berusaha sekuat tenaga dan gagal..dan kegagalan pertama itu bnr2 mnyakitkan trnyata...apakah saya memang sepayah itu?apakah itu batasnya?apakah itu hny keselip?misfortune?ataukah dlm rangka pljrn--sepandai2 tupai melompat akhirnya jatuh jg? dan saya msh mourning period sampe skrg..ahhaha..
ini mslh (maaf y teman,emg sulit gnti kata masalah dg tantangan), self esteem..merasa plg payah sedunia..dan bgmn meningkatkannya?dan yaah...pokoknya gtu daah..klo ditulis gini kan brasa nyata..stlh 2 bln hidup diawang2..melarikan diri dg game..
skrg kmbali k dunia nyata dan mulai bergerak lagi.
Ini tugu peringatan. Seperti tugu Hiroshima dan Nagasaki. bkn utk meratapi,tp utk mengingatkan bhwa yg sperti ini hny blh terjadi sekali. smoga..
Haaaahhh....post ini sbnrnya ditujukan utk diri sndiri,dan semoga g ada yg baca..hahah..
Daan...stlh ini saya kmbali k prinsip semulaa..
mari menulis hal2 yg lebih berguna utk nusa dn bangsa..dan kelulusan...hahahah...byebye..:* :*
Judul yg basi..-___-
ini sdh Bln Maret, masak baru slmt datang??heheh..tahun 2011 "ku" memang baru mulai bulan ini,2 bln kmrn?rasanya tdk nyata dn diawang2..hahaha.
Yaah..laaamaa berselang sejak trakhir kali saya menulis disini..
dan tiba2 sdh 2011..dan saya melalui paruh 2010 saya dg..yahh..,tidak bermaksud utk emo (mnrt saya,saya org yg ceria,sejelek2nya org bilang saya datar,tp g emoo..,red), tp memang, parah..paaaraaaahhh...paaaaaarraaaaaahhhh....T__T
saya bkn tipikal org yg suka nulis diari (jurnal aj g prnh),dan blog ini awalnya diniatkan utk diisi dg review buku dan byk hasil tugas2 kuliah saya,bknnya sok pnter, tp itu upaya balas budi bgi org2 yg sdh mmberi bhn dan info utk saya mengerjakan tgs...hehe..,tapi, kali ini spertinya akan ada sdkt planggaran kecil dari kebiasaan saya, karena dr hmpir 20th hidup didunia, sparuh 2010 kemaren adalah goncangan plg kuat yg pernah saya alami. that's why,it's so worth it to be memorized, bhkan org bodohpun g blh jatuh d lubang yg sama kan? ;)
OK.tetapkan niat, mari kita selesaikan urusan 2010, dan ucapkan slmt datang yg sbenarnya buat thn 2011.
mari diurut sesuai wktu kejadian:
KP.kerja praktek.
waktu: liburan smstr genap 2010
lokasi:Karena kurangnya daya pikir saya ke depan, saya memilih lokasi di negeri yg jauh di barat.
Ringkasan cerita:
Sebagai org timur yg tidak bs berjalan di atas roda sndiri (mksdnya nyetir motor,ap mobil, bukan main sirkus), maka saya berniat menggantungkan diri pada angkutan umum masal di Kota Surabaya, yang adalah kesalahan, mengingat sepertinya sistem transportasi di kota ini dimaksudkan utk kndaraan pribadi daripada angkutan masal, butuh oper 3x bemo, yang per bemonya 3000rupiah, yang salah satu trayeknya lebih langka dari minyak tanah (klo lg langka mksdnya,hehe), yang masing2 bemo butuh wkt 1 jam perjalanan, dan yang masuknya jm 8 pagi plg jm 5 sore, yang padahal jm 5 sore si bemo langka sdh menghilang dari peredaran. ---ok. mari kita hitung brp kata "yang" pada kalimat diatas.--- Dengan kondisi sedemikian, hilanglah semangat kemandirian yg awalnya sdh saya usung, kmbalilah saya pada smangat ride sharing (alias nebeng)..:">
Masalah,eh kata teman saya utk memberi aura positif kita gnti kata itu dg tantangan, baru mncul: di pagi hari saya bs merepoti bpk saya (anggaplah dg alasan beliau kawatir anknya yg manis ini diculik--pmbaca,dimohon jgn muntah); bgmn dg d sore hari?padahal tantangan lbh pelik terjadi pada sesi ini, ---saya masih ingat wkt sholat ashar slalu dan slalu doa yg tdk lp saya panjatkan adalah: Ya Allah,tlg bawalah aku plg dg slamat dan cpt sampai d rumah,amiin..--- dn mnrt saya doa itu lbh terasa urgensinya daripada wkt k luar kota dan lg melintasi jalan bertebing yg kyknya mau longsor..
Bgtulah...bgtu byk org yg mmbantu perjalanan saya di negeri barat ini, dan saya tdk bs membalas ap2 selain ucapan trimakasih dan doa agar Tuhan membalas kebaikan kalian..anda2 semua ini telah membuat saya kembali percaya, bahwa kiamat blm akan diturunkan, karena msh ada byk org2 baik dan tulus yg hidup didunia ini...:)
oyaa..utk ilmu yg saya dapat dari KP ini, great thanks to:
1. Pak Hanny Satria atas ilmu,petunjuk, dan buku2 yg dipinjamkan..:) dan
2. Pak Supardiono atas ilmu dan kesabarannya..:)
lega krn sdh berterima kasih, mari kita lanjutkan pada gempa yg terjadi pada hidup saya.. tp di post slanjutnya aj yaa...g tega rasanya merusak aura positif di post ini...
ciaooo..:D
OLEH: ANINDITA RAMADHANI 3607100007
URGENSI MONITORING DAN EVALUASI
Monitoring adalah inforamasi faktual dari suatu kebijakan/program/ proyek, yaitu adalah mengenai bagaimana hal tersebut bisa terjadi, mengapa hal tersebut bisa terjadi, apa yang terjadi (apa yang sudah dipenuhi, apa yang belum), dan, apakah konsep dan design kebijakan/program/ proyek sudah dilaksanakan. Sedangkan, evaluasi adalah menilai manfaat suatu kebijakan/ program/ proyek (yang akan, sedang, atau sudah dilakukan); jika performa program seperti ini apakah dapat memberikan manfaat atau, (dari hasil pemantauan) apa yang harus ditingkatkan. Berikut ini adalah diagram posisi monitoring dan evaluasi dalam perencanaan.
Dalam suatu proses perencanaan, diperlukan adanya monitoring dan evaluasi. Evaluasi merupakan elemen penting karena dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana keefektifan suatu program ataupun kebijakan untuk dalam mengatasi suatu masalah dalam perkotaan.
MONITORING DAN EVALUASI PERENCANAAN DI INDONESIA
Dalam perencanaan wilayah di Indonesia telah dikenal pembuatan laporan Monev (Monitoring dan Evaluasi) dalam rangka realisasi proses monitoring dan evaluasi dalam perencanaan. Akan tetapi, proses evaluasi di Indonesia kurang efisien, dikarenakan (Solihin,2008):s
• Sistem evaluasi yang dimiliki pemerintah sekarang terlalu banyak
Fakta inefisiensi pemerintah dalam penerapan monitoring dan evaluasi perencanaan di Indonesia:ditunjukkan oleh diagram berikut ini (diolah dari Solihin, 2008):
Keterangan:
Dari 74 kementerian di pusat, terbagi menjadi 653 eselon 1, yang lalu dibagi lagi menjadi 11.240 eselon 2. Menuju daerah, pemerintahan terbagi menjadi 33 provinsi, yang memiliki 990 kantor layanan di unit provinsi, belum lagi dibagi lagi menjadi 13.230 kantor layanan di unit distrik/kota. Dan, di setiap kantor layanan kota tersebut, dilakukan proses monitoring dan evaluasi. Dapat dibayangkan betapa banyak dokumen Monev (Monitoring dan Evaluasi) yang dihasilkan tiap tahun. Pada faktanya, 225 ton kertas /tahun dihabiskan untuk membuat dokumen monev tersebut. Dan biaya pembuatan monev masih ditambah dengan biaya pengiriman dokumen ke Jakarta (pusat).
• Tidak ada hubungan antara tiap-tiap sistem evaluasi
• Adanya pekerjaan/program yang terduplikasi
• Tidak ada kepedulian dari institusi lain
• Kurangnya penghargaan bagi hasil evaluasi yang baik.
INTEGRASI DALAM MONITORING DAN EVALUASI
Oleh karena inefisiensi yang terjadi, diperlukan suatu upaya mengintegrasikan sistem-sistem evaluasi yang ada dalam pemerintahan, seperti yang telah digambarkan oleh Solihin, 2008:
1. Mengembangkan national coordination group
• Hal ini pada dasarnya adalah memformalkan metode kerjasama informal dalam pengembangan dan pelaksanaan M & E proses, yang digunakan oleh kementerian saat ini.
• Tugasnya menciptakan Grup Koordinasi Senior (Nasional), dengan mandat untuk mengarahkan pengembangan manajemen kinerja dan indikator di RI, dan melaporkan kemajuannya kepada Kabinet melalui Menteri yang ditunjuk mengenai tujuan isu dan masalah.
2. Mengembangkan indicator resources group
• Dalam rangka untuk mengembangkan pengetahuan teknis yang terkait dengan definisi dan penggunaan indikator kinerja, dan memastikan manfaat maksimum berasal dari upaya
diarahkan pada mendefinisikan, mengumpulkan, dan menggunakan indikator, sebuah Grup Indikator kinerja Sumber Daya dibentuk.
• Grup tersebut akan menjadi suatu kelompok / teknis yang profesional dirancang untuk memberikan dukungan kepada kementerian / lembaga di pengembangan indikator dan M & E proses.
3. Membentuk Data Base Indikator
• Sistem RI menjadi semakin berfokus pada alokasi dan evaluasi sumber daya dan aktivitas jangka panjang. Monev, sebagai salah satu aspek yang berpengaruh dalam alokasi dana, dsn Evaluasi Program Tahunan dan Rencana Kerja Pemerintah Lima Tahunan, memerlukan data base ini.
• Kebutuhan dalam konsistensi dan relevansi dalam pendefinisian indikator seiring berjalannya waktu menjadi penting, karena menjadikan lebih mudah melacak kinerja program dari waktu ke waktu.
• Setiap kali alat pengukuran kinerja sebuah program atau perubahan aktivitas, menjadi perlu untuk mencatat perubahan memastikan bahwa perubahan definisi tidak mempengaruhi penafsiran hasil.
4. Membentuk Jadwal Monitoring dan Evaluasi yang Baru
• Mengingat meningkatnya jumlah dan kompleksitas fungsi manajemen yang didelegasikan ke unit kerja manajer, bersama dengan pelaporan yang persyaratannya semakin kompleks, proses sosialisasi tradisional mungkin tidak cukup mempersiapkan para manajer untuk memberikan kualitas pelaporan.yang diperlukan, sehingga diperlukan penjadwalan ulang.
• Selain itu, sebagai tingkat persiapan / pelatihan meningkat dengan kompleksitas, menjadi penting untuk memastikan bahwa waktu tambahan, biaya, dan sumber daya digunakan secara efektif.
5.Membentuk Komunitas Pengembangan Evaluasi Indonesia (IDEC)
IDEC akan berisikan:
1. Pemerintah
2. Pelaku bisnis (swasta)
3. Organisasi non pemerintah
KEDEPANNYA BAGI INDONESIA
Pada dasarnya, dalam rangka menghindari pemborosan dan inefisiensi program monitoring dan evaluasi perencanaan, integrated system ini adalah solusi yang tepat. Akan tetapi, dalam pembentukan indicator data base, harus fleksibel, karena setiap program perencanaan memiliki keunikan programnya sendiri yang indikator keberhasilannya tidak bisa disamaratakan. Sehingga, data base indikator harus mampu mengakomodasi tiap karakter dari program dan kebijakan dari unit-unit pelayanan yang ada dan juga masih bisa diadaptasikan pada karakter-karakter khusus yang dimiliki oleh suatu program/kebijakan.
Komunitas pengembangan evaluasi haruslah memiliki anggota beragam yang dapat memfasilitasi pembentukan indikator dari tiap-tiap jenis proyek,
Diolah dari: artikel Dadang Solihin,2008: Setting Up the Development Performance Evaluation System.
Bicara tentang kampus tempat saya terdampar dan akhirnya terlanjur basah di dalamnya,
jelas selama 3 tahun ini sdh (dan akan) ada byk perasaan yg terjalin antara saya dan kampus..
dan...menurut saya, hal yg paling membanggakan dari kampus saya adalah KEALAMIANnya..
klo soal kealamian, saya yakin kampus saya lumayan unggul atau minimal setara dengan kampus lain di pulau jawa (saya tidak yakin dg kondisi kampus dluar pulau jawa soalnya...siapa yg tau coba dg kondisi kmpus2 d pulau papua sana??). knp saya berpikiran bgtu?? oke. ini faktanya:
1. kmpus saya bkas rawa2 yg bahkan sampai tahun lalu saya masih bisa memandangi rawa2 tepat di dpn jendela gedung jurusan saya (sekarang sudah diurug tp msh merupakan luasan yg blm terbangun--sejujurnya saya ckp merindukan rawa2 itu..mestinya dibiarkan aja cekung trus dibuat jadi kolam ikan atau apa..:'( )
2. ada mangrove di sana sini (nah lo..ada brp dr klian yg pny mangrove d kebun sendiri?? :D)
3. sampai musim panas tahun lalu (taun ini kan blm musim panas lg) saya masih bisa melihat ulat bulu hitam2 sebesar telunjuk yg bermigrasi dari padang ilalang di tepi jalan k padang ilalang yg seberang jalannya. dan ulat itu sdh membawa byk korban di kalangan mahasiswa.
4. ada pertanian dipinggiran kmpus (kangkung klo g slh) ---padahal kan g ada jurusan pertanian..
5. seringkali ditemukan kadal berukuran besar, bahkan ular jalan2 di kmpus
6. capung, kupu2, burung2an adalah hal yg biasa ditemukan (ada burung yg kakinya panjang itu jg lo..) malah pernah ada burung yang "ngintip" jendela jurusan saya waktu kami kuliah (perutnya si burung sampe kliatan dari jendela, so cute,eh? :D ). walaupun kadang ironis juga sih; waktu ngerjain ujian super sulit (menurut kapasitas otak saya lo yaa..), terdengar kicau burung yg riang gembira bersaut-sautan..---yah..pada dasarnya kampus saya memang daerah konservasi burung sih..:D
7. baru-baru ini saya bertemu musang waktu perjalanan dari gedung perpustakaan pusat ke gedung jurusan.
8. Waktu banjir (sebenarnya fakta banjir ini agak memalukan), trus airnya sdh surut lagi, tampak berbagai macam ikan menggelepar di jalanan. ---yahh..jgn bayangkan ikan bandeng atau yang enak2 itu yg menggelepar, ya ikan khas got gtu de kayak ikan sepat,kuthuk, dkk..:)
9. dan lain-lain yg blm saya temukan..:)
pada dasarnya, kampus saya termasuk kampus yang indah kalau langit surabaya sedang mendung. Rasanya suasananya kayak di malang gtu..(masalahnya, kalau langit lg cerah hawanya puanaasss poll..---maklum daerah pesisir..surabaya lg!)
Juga, (lagi-lagi) klo lg mendung, jalan-jalan di kampus saya walaupun lewat jalan yg sama tdk membosankan krn tiap hari ada kejutan yg mungkin ditemukan di sana, hari ini saya melihat ular, besoknya burung lg main2, besoknya lagi saya nangkep capung, besoknya lagi saya liat musang! (yg ini pertama kalinya saya lihat, live!)
bicara soal PERADABAN di kampus saya, lain lagi ceritanya.
dan..... karena tangan saya sdh capek mengetik, maka saya sudahi dulu saja tulisannya..
sampai jumpa di part 2! :D
kalau biasanya aku menganggap sinetron Indonesia itu mengada-ada, tidak nyata, dan khayalan tingkat tinggi tapi separo-separo (kalo emg mau ngayal y sekalian aj bikin film kyk avatar ato doraemon, daripada ngmngnya riil tp org mati hidup lg lah, ada bidadari/peri geje lah, dsb,dsb,dsb), sekarang pemikiranku agak berubah. Bisa jadi, sinetron2 itu ada jg krn mengadaptasi kejadian sehari2 org2 konyol dan g kebanyakan di luar sana, mengingat indonesia itu dari sabang sampe merauke jd y mngkin aja kan hal yg g biasa terjadi di sabang (mis: ke sekolah dg bju minim dan dandanan super menor), terjadi di merauke (tak terbayangkan bgmn..-_-")..walaupun tidak menutup kemungkinan kedua hal itu (sinetron dan kehidupan nyata) saling mempengaruhi, dalam artian bahwa mungkin memang awalnya habit di "dunia nyata" diadopsi oleh sinetron, tapi pada gilirannya, habit pada sinetron yg sbnrnya g ada di "dunia nyata" akan dianggap nyata dan ditirukan oleh org2 di dunia nyata..
Nah..sebenernya ada crita yg mendukung perubahan persepsi saya mengenai per-sinetron-an ini..:
setting:
suatu hari di awal musim penghujan..di jalanan mnuju ke arah rumah.
skenario:
suatu hari ada duo dita yg baru plg dari kmpusnya. si anindita (penulis), adalah seseorang yg kesehariannya adalah menawarkan ride sharing (a.k.a mencari tebengan - ride sharing:berbagi tumpangan, red :p) kepada org2 yg sejalan rmhnya, dan riandita adalah salah satu dr org baik tsb.
hari itu anindita jg menawarkan ride sharing kpd riandita. dan jadilah mereka berdua plg bersama. Seperti biasa, mereka melewati rute semolo-jmbatan merr-rusun pandugo untuk mencapai rumah. Akan tetapi, setelah melewati rusun dan mencapai belokan dkt kuburan, ada masalah.
-percakapan-
rian: lo iya..jalannya ditutup ya.
anin: iya..kmrn aku ama meidi jg muter lwt jmbatan kecil tu..(sambil menunjuk ke arah jembatan kecil melengkung tidak jauh dari jalan yg ditutup itu)
rian: hmm..klo gtu muter aja..tp jmbatan itu tampak mengerikan, mnding lwt jmbatan yg agk ksana aj de (tanpa babibu lg lsg tancap gas ke arah jembatan kecil satunya yg lbh jauh tp datar, g melengkung)
akhirnya sampailah mereka ke jembatan yg dimaksud.
-percakapan-
(bunyi motor g bs naik k jmbatan) grekk..
rian: lo?
anin: knp? nyandet ya?
anin: (sadar bahwa dy brat, sehingga kmungkinan si motor tdk kuat menanggung brtnya) ya uda..aku tak turun dl de..
dan, seperti dugaan anin, motor lsg berhasil melewati jmbatan dg mulus ketika anin sdh turun. riandita tampak girang dan menyeberang dg riang. dan dilanjutkan lah perjalanan menuju rumah.
-percakapan-
rian: nin..jd agk ringan ya..pdhl kan cm nurunin gigi 1..
anin:(sepertinya tidak dengar,mngkin krn kupingnya ketutupan helm..)
rian:hee..awannya mendung gini terus enak yaa..adem...
kringkring..kringkring...
rian: (sambil mengambil hp dari saku) lo hp ku bunyi..
rian: hmm? lo??ngapain kok hpmu telp aq nin..mesti iki lak hp ne kerii.. (smbil blik bdn ke arah anin)
...anin tdk ada di bangku belakang.
rian: ..haaahh??????
rian: (angkat telp dg ketarketir) anin??!!km dmana???
anin (melalui telp): ditempat jmbatan td dit...
rian: ha??kok bs??yawes aku kesana!!!
nah.spertinya ada lubang dalam cerita ini. mengapa anin bs tidak ada di bangku belakang?
begini lah kejadiannya (versi anin).
..........
....dan, seperti dugaan anin, motor lsg berhasil melewati jmbatan dg mulus ketika anin sdh turun, riandita tampak girang dan menyeberang dg riang.bgtu pula anin yg mengikuti riandita menyeberang dan setelah itu dy naik motor, lalu mereka plg dg hati senang...
seharusnya sih, begitu..
tp kenyataannya..
sesaat sesudah berhasil melewati jembatan.
rian:(berkonsentrasi untuk menyeberang) kiri...kanan..kiri..kanan..
anin: (mengikuti dari belakang)
rian: (menyeberang dg mulus)
anin: (berpikir akan naik motornya stlh menyeberang, ikut menyeberang dlm diam dg separo berlari)
rian: (lsg tancap gas mlanjutkan perjalanan menuju rmh)
anin: (melongo dan tidak mampu berkata-kata)
sejurus kemudian.anin yg br saja sadar dari keterkejutannya mengambil hp (yg untungnya masih ada pulsanya) dan menelpon riandita.
akhirnya, riandita menjemput anindita yg menunggu sambil ketawaketiwi sendiri di pinggir jalan, rupa-rupanya si riandita tdk mendengar gremengan anindita yg blg mw trun dl..Juga, sbnrnya tnpa anindita turun pun dy sdh bs menaikkan motornya ke jembatan hny dg menurunkan gigi 1, sehingga dy tdk menyangka bahwa anindita turun dr motor.
-tamat-
yahh...bgtulah..rupanya kekonyolan yg awalnya saya pikir cman ada di sinetron komedi dono-kasino-indro tnyata bs terjadi di dunia nyata. dari situ saya berpikir, jgn2 sebenernya kekonyolan dan kebodohan yg ada di tv2 itu terinspirasi dari kekonyolan sehari2?berarti mbak2 super judes dan mbak2 super cengeng dan ank2 sd sok preman itu sebenernya bknnya mmberi contoh jelek bagi masyarakat melainkan malah itu terinspirasi dari kehidupan masyarakat yg sebenarnya? brarti masyarakat Indonesia memang berisi cewe klo g judes, ya cengeng dan generasi penerus bangsa yg sok preman? dan karena itukah sinetron2 yg "krg" bermutu (menurut pendapat saya lo..) msh membanjiri pasaran dan msh menjadi favorit bgi masyarakat indonesia dibanding drama2 bermutu dr luar (dg brat hati saya akui utk yg satu ini produk luar memang jauh lbh baik)?krn memang karakter masyarakat yg "seperti itu" memang benar dan karenanya lebih dekat di hati masyarakat? ah..who knows.
yei...pingin juga skali2 berbagi ilmu wkwk...tulisan dibawah nanti berasal dari tugas saya terdahulu yg gtw dpt nilai brp..(jd kbnaran isinya krg dpt dipertanggungjawabkan..hahha..:p). Nah, dengan nile yg tidak jelas bgmn wujudnya itu knp kok saya berani2nya pasang tuisan berbau ilmiah disini? sebenernya si..ini salah satu bntuk balas budi kpd sumber2 data yg membantu keberlanjutan kuliah saya smpe skrg ini..(dan kebanyakan sumber datanya berasal dr blog-blog). Tapi, buat tulisan satu ini, sumber pustakanya jelas kok. berasal dari mana2 yg saya jg tdk apal namanya..tp terpercaya.pasti.dijamin! *warning:yg dijamin sumbernya doang..wkwk..:p
ah, baiklah..selebihnya, silakan menikmati..smoga bermanfaat..:)
-TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI KEMACETAN-
Transit Oriented Development (TOD) adalah kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi dengan tata gula lahan campuran (mix use) yang terdiri dari perumahan, tempat bekerja, perbelanjaan, dan fasilitas sosial yang berlokasi ‘dekat’ atau mudah dijangkau dari pusat transit (terminal bus dan/atau stasiun kereta api). ). Kawasan ini didesain secara khusus dengan akses penghubung antara tipe penggunaan lahan yang ada melalui fasilitas pejalan kaki, sepeda dan sekecil mungkin akses dengan kendaraan bermotor. Di bawah ini merupakan penggambaran sederhana dari konsep TOD.
Dari sketsa tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan TOD bergantung pada sistem transportasi masal yang ada, tanpa adanya sistem transportasi masal yang berlaku, TOD tidak akan berarti banyak. Oleh karena itu, perencanaan tata guna lahan yang menerapkan konsep TOD harus bersamaan dengan penerapan jaringan transportasi masal, seperti: busway, kereta, dsb, sehingga titik – titik penerapan TOD dapat ditetapkan dan kedua konsep bisa saling membangun dan melengkapi sebagai suatu sistem yang terintegrasi. Jika sudah begitu, masyarakat, yang sudah jenuh dengan kemacetan di jalan, diharapkan akan mencoba menggunakan angkutan umum yang sudah terintegrasi ini dan sedikit demi sedikit akan mampu menggeser minat masyarakat pada umumnya untuk beralih ke angkutan umum.
Jika berhasil diterapkan, TOD akan sangat bermanfaat untuk mengurangi pemakaian kendaraan bermotor, yang artinya dapat menurunkan tingkat polusi udara dan pemborosan energi yang selama ini terjadi akibat banyaknya kendaraan bermotor dan lamanya waktu perjalanan karena macet. Dampak positif yang mengikuti adalah meningkatnya produktivitas masyarakat karena mereka tidak perlu lagi menghabiskan waktunya di jalan dan menjadi kelelahan.
Pada dasarnya, konsep TOD ini dapat dibilang lebih flexibel dan mudah dibanding penerapan compact city. Hal ini dikarenakan konsepnya yang simpel dan praktis, perencana hanya perlu menentukan titik transit bagi angkutan masal yang tepat pada kawasan – kawasan yang dekat dengan pusat – pusat kegiatan. Atau, dalam tingkatan perencanaan yang lebih tinggi, dapat direncanakan suatu kawasan dimana terdapat suatu tempat transit angkutan masal dan pada daerah sekitar lokasi transit tersebut dapat dibangun pelayanan – pelayanan, kantor dan pusat perdagangan, atau kawasan hunian, dengan begitu tiap – tiap wilayah di sekitar lokasi transit transit akan berkembang. Kedua cara tersebut dapat dilakukan bertahap sesuai dengan keadaan lapangan, tidak perlu dipaksakan dibangunnya segala fasilitas sekaligus seperti yang dilakukan pada compact city karena compact city merupakan kawasan terbangun yang berdiri sendiri, seperti kota – kota kecil, atau superblok, sedangkan TOD ini merupakan sistem yang terintegrasi dengan jaringan transportasi kota sehingga TOD melebur dalam sistem yang ada pada kota besar. Salah satu contoh implementasi TOD yang seharusnya direalisasi oleh pemerintah adalah dengan penyediaan feeder transit bagi penumpang bus Transjakarta di titik – titik yang dekat dengan penduduk (seperti yang telah dicantumkan pada artikel di atas), sehingga setelah turun dari bus, penumpang tidak perlu pusing untuk mencapai tempat tujuannya.
Namun, rupanya tidak semudah itu konsep TOD dapat diterapkan di Indonesia. Walaupun sudah ada beberapa kawasan yang secara “tidak sengaja” mengarah pada TOD ini, misalnya: kawasan yang ditumbuh disekitar stasiun-stasiun kereta api pada lintas Jakarta-Bogor, misalnya kawasan Stasiun Depok Baru (dengan pengguna lahan perumahan, pertokoan, terminal) dan Kawasan Stasiun Jakarta Kota (Beos), tetap saja bukan merupakan ukuran bahwa penerapan konsep ini di Indonesia akan berhasil dengan baik. Kedua kawasan stasiun ini sendiri belum bisa dianggap sebagai TOD secara utuh karena tidak tersedia fasilitas akses yang baik (misal: jalur pedestrian yang teduh). Penerapan TOD yang tepat harus terlebih dahulu dirancang dan direncanakan secara matang oleh pemerintah, dan kecenderungannya, penentuan kebijakan atau perencanaan dari sebuah kota memakan waktu yang sangat panjang, padahal hal ynag dibutuhkan sekarang adalah solusi cepat masalah transportasi yang minimal mampu mencegah bertambahnya kemacetan. Dan lagi, perkembangan kota – kota yang cenderung Urban Sprawl juga sangat tidak mendukung perencanaan TOD, karena persebaran kota akan mempersulit penetapan titik – titik yang akan menjadi lokasi transit. Satu saja kesalahan peletakan titik transit akan menggagalkan konsep TOD yang telah matang, karena akan merusak aksesibilitas yang seharusnya ada dan aksesibilitas merupakan faktor penting yang menentukan minat masyarakat terhadap alternatif moda. Juga, konsep ini sangat bergantung pada keberhasilan TDM yang lain, yaitu: pengunaan transportasi masal. TOD hanya menyediakan kemudahan akses bagi pengguna transportasi masal, jika transportasi masal masih carut marut, tidak ada perbaikan dalam segi kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan, maka akan percuma saja penerapan TOD ini. Penerapan TOD akan berhasi hanya jika sistem transportasi masal pada kawasan teersebut sudah memenuhi standar kualitas minimal yang diinginkan masyarakat.
O ow..sudah lama sekali sepertinya kubiarkan blog ini teronggok menyedihkan tanpa tersentuh. Yaah.. sebenarnya sih sejak dulu sudah banyak ide terlintas silih berganti di otak, tapi entah kenapa tangan ini tdk mau "berselancar" ke arah "sini"..hahha..*garing -_-'
lalu, mengapa tangan saya tiba2 ingin membuka halaman ini lagi..??
ada beberapa teori yg mungkin bs menjelaskannya :
1. lg butek sama dunia nyata
2. lg butek jg ama jejaring dunia maya, koyoto: facebook dan YM.
3. lg g ada yg pngin di cari di mbah google
4. lg g ada komik yg pngn dibaca di dunia maya (manga scan).
sehingga, pada akhirnya lari lah saya ke persinggahan ini utk sekedar singgah sejenak dari apa2 yg membutekkan itu..:)
Dan, entah kenapa (lagi) yg sdg siap tulis di otak skrg ini adalah bartimaeus trilogy. sebelum buka blog ini, pnginnya nulis ttg paper2 ato sekedar sharing pengalaman pribadi gtu..g taunya pas buka blog kok kepikirannya topik ini..jadi ya udah lah.. mungkin ini yg dinamakan wangsit..topik lain terpaksa menunggu lagi di waiting list..hehhe..:D
oke. Bartimaeus Trilogy. by: Jonathan Stroud. one of my favourite fantasy novel. Salah satu dari kisah yg bikin saya (yg kata org2 dingin tak berekspresi ini) hampir nangis. tidak tahu bagaimana harus memulai reviewnya, tapi yg jelas buku ini wajib baca (bukan wajib punya, berhubung saya sendiri bacanya jg nyewa..hehhe..) buat orang2 yg berimajinasi tinggi. disarankan dicoba untuk orang2 yg hanya bisa menerima cerita kehidupan nyata yg biasa2 saja (mis:teenlit, cerita2 cinta,dkk), siapa tau pandangan kalian ttg crita fantasi bisa berubah dikit2..:D
sebagai permulaan, buku ini terdiri dari 3 seri: amulet of samarkand, the golem's eye, dan yg terakhir ptolemy's gate. buku (-buku) ini, menurutku, sekelas ama harry potter,dengan cita rasa yang berbeda, dan bahkan menurut pendapat pribadi saya, lebih bagus satu tingkat dari harry potter. Jadi, sebenernya heran juga kenapa buku ini kurang (atau tidak ?) populer di Indonesia (buktinya teman2 saya hampir g ada yg tau). Ehmm, perlukah bukti bahwa buku ini jg mendapat penghargaan yg kira2 sama banyaknya dg yg didapat oleh buku harry potter?yaah..sepertinya tidak usah. kalau bnda remeh-temeh kyk begini diterusin, bisa2 review ceritanya g jadi ditulis,krn si penulis sdh keburu pegel nulis..hohoho..
Yah..mari kita mulai beneran review novelnya. Seperti kebanyakan novel2 fantasi lain, buku ini jg bercerita seputar penyihir dan dunianya. Setting utamanya di inggris. dikisahkan dunia itu dikuasai oleh kaum penyihir, jdi orang pemerintahannya penyihir, klo bukan penyihir ya brarti rakyat jelata a.k.a warga kelas bawah. jadi, beda sama harry potter (kenapa y kok bandinginnya mesti sama harry potter terus?), penyihir dan non-penyihir hidup di dunia dan dimensi yg sama, tapi tetep aja para warga non-penyihir itu g tau bahwa orang2 pemerintahan itu semuanya penyihir, mereka taunya cuman org pemerintahan itu org2 elit eksklusif gitu. Oya, sistem sihir-menyihirnya jga beda; kalau yg di bartimaeus trilogy ini cara menyihirnya g lsg bilang adakadraba kyk pesulap ato wingardium leviosa kyk di harry potter, melainkan dg membuat perjanjian majikan-budak dg jin (penyihirnya yg majikan) dan nantinya si penyihir akan menyuruh si jin utk melakukan keinginannya (mengingatkan kita terhadap praktek perdukunan d negeri kita tercinta bukan? :D).

Nah, crita ini mengambil dari dua sudut pandang: nathaniel si penyihir muda, dan bartimaeus si jin tingkat sedang yg terikat kontrak dg nathaniel. kisah bermula dari upaya balas dendam nathaniel kpd seorang penyihir yg sdg naik pamor yg telah menyakitinya. karena itulah ia memanggil bartimaeus untuk mencurikan amulet (semacam kalung jimat,red) milik sang penyihir yg telah menyakitinya tsb. tanpa disangka, ulahnya itu menyeret nathaniel beserta bartimaeus ke konflik skala besar yg menyebabkan mereka terancam bahaya.
Pada buku kedua, konflik kekuasaan semakin memanas, terjadi perubahan karakter nathaniel menjadi sosok yg angkuh, dingin, semaunya sendiri dan meyebalkan, ia kembali memanggil bartimaeus untuk menyelesaikan suatu misi. dan, puncaknya, pada buku ketiga, semua pertanyaan terjawab, ada cerita mengenai masa lalu bartimaeus, dan ending yg tidak terduga; tidak bisa dijelaskan apakah itu termasuk happy atau sad ending..yg jls mengena..dan sulit dilupakan. *sebaiknya saya tidak byk bahas crita krn akan lbh asyik utk membaca bukunya lsg sendiri.
Salah satu kelebihan crita ini, selain penggambaran penyihirnya yg berbeda, adalah selera humornya yg menggelitik dan tidak biasa, lewat footnote2 yg menggambarkan pikiran2 bartimaeus, kita jadi merasa ikut memahami alur berpikir seorang (?) jin yang beratus tahun makan asam garam diperbudak manusia. jonathan stroud mampu membuat penokohan yg berbeda dg persepsi org kebanyakan, disini kita akan merasa bahwa jin (yg biasanya jahat) ternyata berhati baik dan menjadi "korban" (biasanya manusia yg jd "korban"). ceritanya jg lbh kompleks daripada harry potter (yg entah kenapa lagi2 dibandingkan), sehingga jd agk "dewasa" utk dibaca oleh anak2.
overall, pada dasarnya aku berharap ada org yg bisa diajak ngmong ttg buku ini, krn disekitar saya, krg ada org yg ckp brminat utk membaca buku ini dan ini membuat saya sedikit merasa kesepian..:'< sepertinya memang tmn2 saya lbh suka membaca buku2 RDTRK atau RTRW atau semacamnya..huuh..
yasudahla..i think it's enough for now..tangan saya sdh pegal kesemutan dan ada tugas2 y melambai2 memanggil utk minta dikerjakan..T_T..
jd, sampai bertemu entah kapan..ciao!


